NEWS
Massa Aksi Desak PLN UID Kalselteng Audit Manajemen dan Penuhi Janji Normalisasi Listrik
BAKAWAL, Banjarbaru - Sejumlah massa yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Kalimantan Selatan mendatangi Kantor PLN UID Kalselteng, Senin (10/8/2026).
Dalam aksi tersebut, sejumlah massa terlihat mengenakan kaos bertuliskan “Pendustaan Lampu Nyala”, sementara lainnya menggunakan pakaian berwarna hitam.
Perwakilan massa aksi, Muhammad Amin mengatakan, terdapat sejumlah tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut. Salah satunya terkait manajemen dan kinerja PLN UID Kalselteng.
“Karena ada berita yang beredar di masyarakat, ada berita tentang spesifikasi anggaran yang tidak sesuai. Ini menimbulkan pertanyaan, dan kita minta kejelasan transparan yang setransparan-transparannya akan hal itu,” ujar Amin kepada awak media.
Selain meminta transparansi, massa juga mendesak pihak berwenang melakukan audit secara menyeluruh terhadap manajemen PLN UID Kalselteng.
Menurut Amin, tuntutan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi kelistrikan di Kalimantan Selatan dan sejumlah persoalan yang dirasakan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, massa aksi tidak dapat bertemu langsung dengan General Manager PLN UID Kalselteng. Hal itu lantaran yang bersangkutan sedang berada di Tanjung untuk melakukan pengecekan terkait gangguan yang terjadi di wilayah tersebut.
Kendati demikian, massa tetap menyoroti janji PLN terkait normalisasi distribusi listrik pada 25 Agustus 2026 mendatang.
“Kita menuntut janji PLN di tanggal 25 Agustus 2026. Kita menginginkan distribusi listrik kembali normal,” tegasnya.
Selain normalisasi listrik, kompensasi bagi masyarakat yang terdampak pemadaman juga menjadi perhatian massa aksi.
Amin menyebut, pemberian kompensasi tersebut mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025. Menurutnya, terdapat sejumlah ketentuan yang menjadi dasar pemberian kompensasi kepada pelanggan terdampak.
“Misalkan mati dua jam ini dapat kompensasi segini, tapi kita wawancarai beberapa masyarakat dan belum ada tindakan kompensasi dari masyarakat,” sebutnya.
PLN Pastikan Perbaikan Pembangkit Dikebut
Sementara itu, Humas PLN UID Kalselteng, Vigor Eusidero Hindami menjelaskan, perbaikan di PLTU Asam-Asam ditargetkan rampung pada 25 Agustus 2026.
Selain gangguan di PLTU Asam-Asam, PLN juga tengah menangani gangguan pada pembangkit swasta yang berada di Kabupaten Tabalong.
“Estimasi tujuh hari sejak tanggal 7, berarti tanggal 14 semoga bisa masuk kembali. Sehingga kondisi kita bisa kembali masuk dari sistem siaga,” terang Vigor.
Ia menjelaskan, apabila pembangkit tersebut kembali masuk ke dalam sistem, kondisi kelistrikan di wilayah Kalselteng diharapkan lebih stabil.
“Artinya, tidak ada pemadaman, namun dengan cadangan daya yang terbatas,” lanjutnya.
Terkait tuntutan kompensasi, Vigor mengatakan PLN saat ini masih melakukan proses verifikasi data pelanggan yang terdampak.
Data tersebut nantinya akan diserahkan kepada pemerintah untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Karena kita selaku operator, taat pada regulasi seperti itu,” pungkasnya.
Beri Apresiasi
Pilih atau masukkan nominal kontribusi Anda.
Atau Masukkan Nominal Lain:
Rp
Editor:
TIM REDAKSI
TIM REDAKSI