NEWS

Serunya Bergema IP Kalsel, Ayah-Anak Main Permainan Tradisional

Keseruan permainanan bedamprak ayah dan anak dalam kegiatan Bergema (Berbagi & Bergerak Bersama) di Banjarbaru, Minggu (30/8/2026). (Foto: Bakawal Online).
Keseruan permainanan bedamprak ayah dan anak dalam kegiatan Bergema (Berbagi & Bergerak Bersama) di Banjarbaru, Minggu (30/8/2026). (Foto: Bakawal Online).
BAKAWAL, Banjarbaru - Komunitas Ibu Profesional Kalimantan Selatan (IP Kalsel) menggelar Bergema (Berbagi & Bergerak Bersama) di Banjarbaru. Kegiatan ini menjadi ruang bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama lewat permainan.

Sebanyak 77 peserta ayah dan anak diajak memainkan sejumlah permainan tradisional khas Kalimantan Selatan. Sementara para ibu mengikuti pelatihan board game.

Panitia IP Kalsel, Neneng Zulfah mengatakan permainan tradisional sengaja dipilih untuk membangun kedekatan atau bonding antara ayah dan anak.

"Kegiatan hari ini bertujuan untuk meningkatkan bonding antara anak dan bapaknya. Kegiatan yang dilakukan adalah permainan-permainan tradisional yang ada di Kalimantan Selatan," kata Neneng, Minggu (30/8/2026).

Menurut Neneng, kesibukan sehari-hari membuat sebagian ayah memiliki waktu terbatas bersama anak. Karena itu, akhir pekan dimanfaatkan untuk memperbanyak interaksi keduanya.

"Waktu antara bapak dan anak itu tidak setiap hari ada. Jadi kami memanfaatkan akhir pekan ini untuk mengajak bapak-bapak," ujarnya.

Tak sekadar membangun kedekatan, kegiatan tersebut juga menjadi cara mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak.

Neneng menyebut masih ada anak-anak yang belum mengenal bahkan belum pernah memainkan permainan tradisional khas Kalimantan Selatan.

"Kadang ada yang dari luar Provinsi Kalimantan Selatan, ada juga yang dari Kalimantan Selatan tetapi belum pernah melakukan permainan ini. Jadi sekaligus mengenalkan permainan khas Kalimantan Selatan," jelasnya.

Salah seorang peserta, Zainuri, mengaku antusias bisa bermain bersama anaknya. Menurutnya, permainan tradisional bisa menjadi alternatif aktivitas keluarga di tengah era digital.

"Di era digitalisasi saat ini, permainan-permainan seperti ini sangat dibutuhkan. Dengan permainan tradisional, kita bisa lebih intens dengan anak, lebih kolaboratif," tuturnya.

Peserta lainnya, Zakiyatul Mirfadah mengaku sengaja mengikuti Bergema bersama keluarganya. Sebab, hari Minggu biasanya dimanfaatkan sebagai waktu berkumpul setelah aktivitas pekerjaan pada hari biasa.

Ibu dua anak asal Banjarbaru Utara itu menilai kegiatan tersebut juga memberikan ide baru bagi orang tua untuk menciptakan aktivitas bersama anak.

"Untuk bermain bukan berarti harus dengan hal-hal yang mahal. Kita bisa menciptakan permainan menggunakan apa yang ada di rumah," katanya.

Menurut Zakiyatul, permainan sederhana bahkan bisa dimanfaatkan orang tua untuk menanamkan nilai kepada anak, salah satunya rasa tanggung jawab.

Ia pun berharap kegiatan serupa kembali digelar dengan konsep dan permainan berbeda.

Melalui Bergema, permainan tradisional tak hanya dikenalkan kembali kepada anak-anak. Aktivitas ayah-anak serta pelatihan board game yang diikuti para ibu juga menjadi alternatif bagi keluarga untuk menciptakan waktu berkualitas bersama.