NEWS

Tekan Karhutla, Kapolda Kalsel Terjunkan Inovasi Surfaktan di Banjarbaru

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha saat menyiramkan cairan surfaktan berbasis minyak nabati di wilayah Tambak Buluh, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Senin (7/9/2026). (Humas Polda Kalsel).
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha saat menyiramkan cairan surfaktan berbasis minyak nabati di wilayah Tambak Buluh, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Senin (7/9/2026). (Humas Polda Kalsel).
BAKAWAL, Banjarbaru - Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memimpin monitoring penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Pantau A. Yani, Banjarbaru, Senin (7/9/2026).

Monitoring dilakukan untuk memperkuat penanganan karhutla, khususnya kebakaran di lahan gambut yang sulit dipadamkan karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid mengatakan, kegiatan diawali dengan peninjauan proses pembuatan cairan surfaktan di Mako Satbrimob Polda Kalsel. Kapolda kemudian memberikan arahan kepada jajaran sebelum turun langsung ke titik kebakaran di Jalan Tambak Buluh.

Dalam penanganan karhutla, Polda Kalsel menerapkan sejumlah inovasi, salah satunya cairan surfaktan berbasis minyak nabati. Cairan tersebut digunakan dengan perbandingan satu liter surfaktan untuk 100 liter air dan dapat meresap ke lapisan gambut untuk membantu mencegah api kembali muncul.

Selain surfaktan, Polda Kalsel menggunakan kolam bioflok portable sebagai penampungan air yang dapat dipindahkan mendekati lokasi kebakaran. Ada pula metode sumbu bawah tanah atau "Sumbut", berupa pipa berlubang yang ditancapkan ke gambut untuk menyalurkan air dan surfaktan langsung ke titik api di bawah permukaan.

Sejumlah Kapolres dari wilayah rawan karhutla, di antaranya Tanah Laut, Barito Kuala, Banjar dan Banjarbaru, turut dilibatkan untuk mempelajari teknik pencampuran surfaktan dan penerapannya di lapangan.

Kegiatan tersebut juga melibatkan 76 mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama personel TNI-Polri, BPBD dan relawan.

Polda Kalsel juga telah mengirimkan satu ton cairan surfaktan ke Polda Kalimantan Tengah. Ke depan, gudang Biro Logistik Polda Kalsel disiapkan untuk mendukung produksi surfaktan dalam skala lebih besar apabila pasokan bahan baku tersedia secara berkelanjutan.