SPORT

Putra Tri Ramadani Raih Perak di World Climbing Series Santiago

Atlet Panjat Tebing Indonesia Putra Tri Ramadani berusaha memanjat untuk mencapai puncak saat final Panjat Tebing nomor lead putra Asian Games 2026 di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Nagoya, Aichi, Jepang, Sabtu (3/10/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/agr
Atlet Panjat Tebing Indonesia Putra Tri Ramadani berusaha memanjat untuk mencapai puncak saat final Panjat Tebing nomor lead putra Asian Games 2026 di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Nagoya, Aichi, Jepang, Sabtu (3/10/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/agr
BAKAWAL, Jakarta - Atlet panjat Indonesia Putra Tri Ramadani atau Srondeng meraih medali perak nomor lead putra dalam ajang World Climbing Series Santiago 2026 di Chile, Minggu waktu setempat (Senin WIB).

Srondeng menempati posisi kedua pada babak final dengan perolehan skor 49, hanya kalah dari Jonas Utelli asal Swiss yang menjadi juara dengan skor 52.

Berdasarkan hasil resmi yang ditampilkan di situs World Climbing, Putra berhasil mengungguli sejumlah atlet unggulan dunia dalam babak final.

Neo Suzuki dari Jepang menempati posisi ketiga dengan skor 47+, melengkapi podium nomor lead putra.

Perjalanan Putra menuju podium juga berlangsung impresif. Pada babak semifinal, ia menempati peringkat pertama dengan capaian 33+, mengungguli Suzuki yang berada di posisi kedua dengan 32+ serta Alberto Gines Lopez dari Spanyol di urutan ketiga dengan 31+.

Jonas Utelli, yang akhirnya menjadi juara, menempati peringkat keempat pada semifinal dengan skor 31+. Namun, atlet Swiss tersebut mampu meningkatkan performanya pada babak final untuk merebut medali emas.

Sementara itu, Suzuki harus puas dengan medali perunggu setelah menempati posisi ketiga pada final. Alberto Gined Lopez, yang berada di peringkat ketiga semifinal, justru finis di posisi kedelapan pada babak final dengan skor 25.

Sebelumnya, atlet Indonesia lainnya, Raharjati Nursamsa meraih medali perak nomor kecepatan (speed) putra pada World Climbing Series Santiago 2026 di Chile setelah mencatatkan waktu 5,06 detik pada partai final.

Berdasarkan hasil pertandingan yang dilaporkan Minggu, Raharjati menghadapi atlet China Zhao Yicheng pada final yang berlangsung Sabtu (24/10) petang waktu setempat atau Minggu dini hari WIB.

Raharjati harus mengakui keunggulan Zhao yang merebut medali emas setelah mencatatkan waktu 4,74 detik.

Indonesia menurunkan sejumlah atlet pada nomor kecepatan putra dan putri serta nomor lead putra dalam kejuaraan tersebut.

Pada nomor kecepatan putra, selain Raharjati, Indonesia diperkuat Veddriq Leonardo, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi.
Dukungan Pembaca
Suka dengan artikel ini?

Dukungan Anda membantu tim redaksi terus menghadirkan jurnalisme independen dan berkualitas.