SPORT

Pegulat Yusma Bertekad Benahi Kekuatan Fisik Setelah Kandas di ISG

Pegulat putri Indonesia Yusma Deswita (kiri) menghadapi Aruuke Kyzy dalam perebutan medali perunggu ISG Riyadh 2025 di Riyadh, Arab Saudi, Kamis (20/11/2025). (KOI/Mohammad Rifqi Priadiansyah)
Pegulat putri Indonesia Yusma Deswita (kiri) menghadapi Aruuke Kyzy dalam perebutan medali perunggu ISG Riyadh 2025 di Riyadh, Arab Saudi, Kamis (20/11/2025). (KOI/Mohammad Rifqi Priadiansyah)
Bakawal, JAKARTA - Atlet gulat putri Indonesia Yusma Deswita bertekad membenahi kekuatan fisik setelah kandas dalam perebutan medali perunggu Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025 di Arab Saudi.

"Kalau melihat lawan-lawan tadi, saya menyadari masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki di latihan, terutama soal kekuatan fisik," kata Yusma dalam keterangan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Jakarta, Kamis.

Yusma mengawali perjalanannya langsung ke babak perempat final ISG Riyadh 2025. Dia kalah 0-4 saat pertandingan pertamanya melawan Sokhida Akhmedova dari Uzbekistan.

Meski kalah, sistem repechage di gulat memberinya peluang untuk tetap memperebutkan medali perunggu setelah Akhmedova mengalahkan Aruuke Kyzy dalam semifinal.

Saat laga perebutan medali perunggu, Yusma menghadapi Aruuke Kyzy yang kalah dari Akhmedova, namun atlet gulat berusia 23 tahun itu kembali menyerah 0-3 setelah berusaha mengunci lawannya.

Yusma mengaku gugup dalam pertandingan yang menjadi penampilan internasional pertamanya.

"Baru pertama kali lawan atlet dari negara lain, jadi pengalaman ini benar-benar baru dan luar biasa bagi saya," katanya.

Yusma menjelaskan bahwa, saat pertandingan berlangsung, arahan pelatih sangat membantunya, meski beberapa gerakannya gagal dan lawan berhasil menguncinya yang membuatnya tak berdaya.
Dia mengakui masih banyak hal yang harus dibenahi agar bisa bersaing di panggung internasional. Selain meningkatkan kekuatan fisik, dia bertekad untuk latihan yang lebih intensif.

"Saya pribadi yakin, kalau latihan dan disiplin terus, suatu hari saya bisa ikut bersaing di level mereka," katanya.

Tim Indonesia masih menunggu giliran dua wakil dari cabang gulat lainnya untuk bertanding, yaitu Varadisa Septi Putri Hidayat pada kelas freestyle 76kg dan Desi Sinta dalam kelas freestyle 68kg.