LIFESTYLE

Diatonis dan Musicmatika Rilis "Nadir", Lagu Tentang Harapan di Titik Terendah Kehidupan

Work art "Nadir" yang dibawakan oleh band alternative asal Banjarbaru Diatonis bersama Musicmatika.
Work art "Nadir" yang dibawakan oleh band alternative asal Banjarbaru Diatonis bersama Musicmatika.
Bakawal, BANJARBARU - Band alternative rock asal Banjarbaru, Diatonis, kembali merilis karya terbaru bertajuk "Nadir". Single kedelapan ini menjadi lagu penutup album perdana mereka, Defleksi Realita, sekaligus menandai kolaborasi perdana dengan band Musicmatika.

"Nadir" telah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 26 Juli 2026. Lagu ini mengangkat tema tentang harapan yang hadir di tengah keterpurukan, terinspirasi dari sebuah khotbah Jumat yang didengar gitaris Musicmatika, Faried.

Dari gagasan tersebut, Diatonis mengembangkan cerita mengenai seseorang yang berada di titik terendah hidupnya, bergumul dengan keputusasaan, kehilangan arah, dan kesepian. Namun, lagu ini menegaskan bahwa selalu ada harapan, kasih, dan alasan untuk bangkit.

Secara musikal, kolaborasi Diatonis dan Musicmatika menghadirkan nuansa alternative rock dengan atmosfer yang emosional dan dinamis. Perpaduan karakter kedua band memperkuat pesan bahwa musik dapat menjadi ruang untuk menyampaikan empati sekaligus menemani mereka yang sedang berjuang menghadapi persoalan hidup.

> "NADIR adalah lagu yang kami tulis untuk mengingatkan bahwa tidak ada seorang pun yang seharusnya menghadapi titik terendah hidupnya sendirian. Kami berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi siapa saja yang sedang berjuang," tulis Diatonis dalam keterangan resminya.



Sebagai bagian dari rangkaian perilisan, Diatonis bersama Musicmatika juga menggelar showcase bertajuk "NADIR" di Titik Tenang Coffee, Banjarbaru, pada 3 Agustus 2026. Penampilan tersebut menjadi momen perayaan perilisan single sekaligus membawakan sejumlah lagu dari album Defleksi Realita di hadapan penikmat musik, komunitas, dan media lokal.

Melalui "Nadir", Diatonis menegaskan komitmennya menghadirkan karya yang tidak hanya menawarkan eksplorasi musikal, tetapi juga membawa pesan reflektif tentang harapan dan pentingnya saling menguatkan di tengah masa-masa sulit.