NEWS

Kebakaran Antasan Senor Ilir, Dua Asrama Santri dan Tiga Rumah Warga Hangus

BAKAWAL, Banjar - Kebakaran hebat melanda asrama santri Pondok Pesantren Darussalam di Gang Amanah, Antasan Senor Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Minggu (19/7/2026) siang.

Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya lima bangunan, terdiri dari dua asrama santri dan tiga rumah warga. Kobaran api dengan cepat membesar hingga melalap bangunan yang mayoritas berbahan kayu.

Warga setempat, Ifah, mengaku terkejut saat berada di luar rumah. Ia merasakan hawa panas yang tidak biasa sebelum melihat kobaran api.

"Saat Ulun (Saya) keluar gang melihat ada api mengukus, rasanya panas sekali," ujar Ifah.

Menyadari terjadi kebakaran, Ifah mengaku langsung menghubungi warga dan relawan untuk meminta bantuan. Sementara itu, para santri yang berada di asrama berhamburan menyelamatkan diri.

"Santri yang ada di asrama tersebut juga langsung berhamburan menyelamatkan diri," ungkapnya.

Ifah menyebut bangunan yang terdampak kebakaran terdiri dari dua asrama santri dan tiga rumah warga.

"Ada 24 buah kamar untuk asrama yang dua lantai, empat buah kamar di asrama sebrangnya dan tiga rumah warga," jelasnya.

Salah seorang santri, Raihan, mengatakan dirinya pertama kali melihat kobaran api sekitar pukul 13.50 WITA. Saat itu, ia bersama santri lainnya tengah bersantai usai pulang sekolah.

"Jadi saat itu santai aja, mulanya merasa ada gemuruh angin," ceritanya.

Saat keluar dari kamar, Raihan melihat kobaran api berasal dari kamar kosong di samping kamarnya.

"Apinya cepat, tiga menit langsung menyebar se-asrama," lanjut Raihan.

Akibat kebakaran tersebut, seluruh perlengkapan mondok milik Raihan ludes terbakar. Beruntung, sepeda motornya berhasil diselamatkan.

"Cuman handphone dan baju di badan, kalau sepeda motor sudah diamankan. Buku dan kitab juga habis," ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DKPP Banjar, Jamal, mengatakan proses pemadaman tidak mengalami kendala karena lokasi kebakaran berada di dekat sungai, meski kawasan tersebut merupakan permukiman padat penduduk.

"Alhamdulillah cepat teratasi (api, red)," ujar Jamal.

Menurut Jamal, proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung hampir 60 menit. Saat petugas tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi membesar.

"Yang rusak total ada dua, asrama santri Darussalam dan bangunannya semuanya terbuat dari kayu dan bangunan tua," pungkasnya.

Hingga saat ini, penyebab terjadinya kebakaran masih dalam tahap penyelidikan pihak yang berwajib. (TIM REDAKSI/BAKAWAL).