NEWS
Mengenal Ibu Profesional Kalsel, Ruang Belajar Ibu untuk Kembangkan Potensi Diri
BANJARMASIN, BAKAWAL - Ibu Profesional Kalimantan Selatan menjadi salah satu wadah bagi para ibu dan calon ibu untuk belajar, mengembangkan diri, serta saling menguatkan dalam menjalankan berbagai peran di keluarga maupun masyarakat.
Penggerak HIMA IP Kalsel, Okiria Uswatun Hasanah, menjelaskan Ibu Profesional merupakan komunitas belajar bagi ibu dan calon ibu yang berfokus pada pengembangan diri, penguatan peran ibu dalam keluarga, pengasuhan, pendidikan anak, serta pemberdayaan perempuan.
Menurutnya, Ibu Profesional hadir untuk menemani para ibu, baik yang berkiprah di ranah domestik maupun publik, agar dapat terus belajar, bertumbuh, saling menguatkan, dan memberikan dampak yang lebih luas.
“Ibu Profesional tidak hanya belajar tentang bagaimana menjalankan peran sebagai seorang ibu, tetapi juga belajar mengenal dan mengembangkan potensi diri sebagai perempuan, istri, ibu, maupun bagian dari masyarakat,” ujar Okiria.
Ibu Profesional Kalimantan Selatan resmi berdiri pada 5 Desember 2015. Sebelumnya, kegiatan Ibu Profesional di wilayah Kalimantan tergabung dalam WhatsApp Group (WAG) bernama Ibu Profesional Kalimantan yang mulai terbentuk pada Januari 2015.
Seiring bertambahnya jumlah anggota dan semakin luasnya persebaran member di berbagai provinsi, pada akhir 2015 dilakukan pemekaran berdasarkan wilayah provinsi, termasuk Kalimantan Selatan.
Kedatangan Founder Ibu Profesional, Septi Peni Wulandani, ke Banjarmasin pada 5 Desember 2015 menjadi salah satu tonggak penting berdirinya Ibu Profesional Kalimantan Selatan.
Saat itu, Septi Peni Peni Wulandani bertemu dengan belasan member di Banjarmasin dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar secara langsung. Pertemuan tersebut kemudian menjadi penanda resmi berdirinya Ibu Profesional Kalimantan Selatan.
“Pada awalnya, kebutuhan yang ingin dijawab sangat sederhana, tetapi penting, yaitu menyediakan ruang bagi para ibu untuk belajar bersama, bertemu dengan ibu-ibu yang memiliki visi serupa, saling berbagi pengalaman, dan bertumbuh bersama,” jelasnya.
Saat ini, Ibu Profesional Kalimantan Selatan memiliki sekitar 120 member. Jumlah tersebut bersifat dinamis karena sebagian member merupakan perantau yang memiliki mobilitas tempat tinggal cukup tinggi.
Secara nasional, Ibu Profesional pada akhir 2024 mencatat sekitar 13.000 member aktif yang tersebar di berbagai regional. Komunitas tersebut telah berkembang menjadi 65 regional di empat benua.
Untuk Regional Kalimantan Selatan, cakupan wilayahnya meliputi Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru.
Selain itu, wilayah Banua Lima juga kembali bergabung dalam cakupan Ibu Profesional Kalimantan Selatan, meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), dan Balangan.
Okiria menyebut, salah satu hal yang menjadi pembeda Ibu Profesional dengan komunitas perempuan lainnya adalah adanya sistem perkuliahan yang terstruktur dan berjenjang.
Dalam perkuliahan Ibu Profesional, terdapat beberapa jenjang pembelajaran, yakni Foundation, Akar Ibu, Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif, hingga Bunda Salihah.
Setiap jenjang memiliki fokus pembelajaran berbeda, tetapi saling berkesinambungan. Perjalanan tersebut dirancang untuk membantu ibu bertumbuh secara bertahap, mulai dari mengenal diri dan perannya, membangun kapasitas dalam keluarga, mengembangkan potensi, hingga memberikan kebermanfaatan yang lebih luas.
“Pembeda utama Ibu Profesional bukan hanya terletak pada banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, melainkan pada alur perjalanan pembelajaran dan pengembangan diri yang dibangun secara berkesinambungan,” katanya.
Menurut Okiria, proses belajar di Ibu Profesional juga tidak berhenti pada perkuliahan. Para member memiliki berbagai wadah untuk mempraktikkan ilmu, mengembangkan passion, berkarya, berkolaborasi, serta berbagi manfaat.
Dengan ekosistem tersebut, seorang ibu tidak hanya ditempatkan sebagai peserta kegiatan, tetapi juga memiliki kesempatan menjadi pembelajar, penggerak, fasilitator, pelaku usaha, pencipta karya, hingga membawa perubahan di keluarga dan masyarakat.
“Inilah yang menjadi salah satu kekuatan Ibu Profesional, termasuk di Kalimantan Selatan, menjadi ruang bagi para ibu untuk bertumbuh bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan kebermanfaatan, mulai dari rumah hingga lingkungan yang lebih luas,” pungkasnya.
Editor:
TIM REDAKSI
TIM REDAKSI