PEMERINTAHAN

ATR/BPN Targetkan Transformasi 110 Kantah, Nusron Tekankan Kepastian Layanan

SLEMAN, Bakawal - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan transformasi organisasi dan layanan pertanahan harus bermuara pada kemudahan serta kepastian bagi masyarakat.

“Intinya kita ingin memberikan kepastian kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat sebagai pemohon tidak tahu kapan selesainya permohonannya,” kata Nusron saat Rapat Koordinasi Transformasi Layanan Pertanahan di Politeknik Agraria STPN, Sleman, Jumat (4/9/2026).

Transformasi layanan tahap awal difokuskan pada Peralihan Hak dan Pengukuran Terjadwal. Kementerian ATR/BPN juga mengevaluasi 10 Kantor Pertanahan (Kantah) yang telah menerapkan transformasi organisasi dengan pendekatan kewilayahan serta 17 Kantah perintis layanan Peralihan Hak Terintegrasi dengan target penyelesaian 10 hari.

Menurut Nusron, evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan sebelum transformasi diperluas ke lebih banyak Kantah.

Pada 24 September 2026, transformasi organisasi ditargetkan bertambah di 50 Kantah. Kemudian, 50 Kantah lainnya menyusul pada akhir Desember sehingga total 110 Kantah ditargetkan bertransformasi sepanjang tahun ini.

Transformasi layanan Peralihan Hak juga ditargetkan diterapkan minimal di 110 Kantah.

Nusron meminta jajaran Kantor Wilayah dan Kantah mempersiapkan pelaksanaan transformasi tersebut agar pelayanan pertanahan semakin mudah, jelas, dan memberikan kepastian waktu penyelesaian kepada masyarakat.

Rakor dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi yang dipimpin Sekretaris Jenderal ATR/BPN Dalu Agung Darmawan, Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Asnaedi, serta Kepala Biro Ortala dan MR Einstein Al Makarima.