PEMERINTAHAN

Rocky Gerung Isi Kuliah Umum STPN Agraria

Rocky Gerung saat mengisi materi dalam kuliah umum di STPN Agraria Sleman Yogyakarta, Jumat (4/9/2026). (Foto: Humas Kementerian ATR/BPN).
Rocky Gerung saat mengisi materi dalam kuliah umum di STPN Agraria Sleman Yogyakarta, Jumat (4/9/2026). (Foto: Humas Kementerian ATR/BPN).
SLEMAN, Bakawal - Rocky Gerung menilai Taruna dan Taruni Politeknik Agraria STPN tidak hanya mempelajari aspek teknis dan administrasi pertanahan, tetapi juga berbagai disiplin ilmu lain yang berkaitan dengan tanah.

Hal itu disampaikannya saat mengisi kuliah umum di Politeknik Agraria STPN, Sleman, D.I. Yogyakarta, Jumat (4/9/2026).

Menurut Rocky, persoalan tanah bersinggungan dengan hukum, politik, ekonomi, ekologi hingga psikologi. Karena itu, taruna dan taruni STPN dituntut memiliki pemahaman yang luas dalam melihat persoalan pertanahan.

“Teman-teman yang belajar di sini sebenarnya belajar semua ilmu,” ujar Rocky.

Ia menjelaskan, tanah dapat memiliki makna berbeda bagi setiap pihak. Bagi negara, penguasaan tanah diwujudkan melalui hukum. Bagi masyarakat adat, tanah memiliki hubungan dengan leluhur dan kehidupan turun-temurun. Sementara bagi korporasi, tanah dapat dipandang sebagai komoditas.

Rocky juga mengingatkan bahwa persoalan pertanahan dapat menimbulkan dampak jangka panjang apabila tidak dikelola dengan baik.

“Kesalahan dalam mengolah tanah tidak mungkin dimaafkan karena dia akan permanen,” katanya.

Kuliah umum bertema “Tanah, Negara, dan Rakyat: Memaknai Kembali Transformasi Pelayanan Pertanahan dalam Perspektif Kebangsaan” tersebut turut dihadiri Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, jajaran Kementerian ATR/BPN, serta lebih dari 500 Taruna/i Politeknik Agraria STPN.