PEMERINTAHAN
Rocky Gerung Ajak Taruna STPN Pahami Tiga Konsep Pemaknaan Tanah
SLEMAN, BAKAWAL - Akademisi dan filsuf Rocky Gerung mengajak Taruna/i Politeknik Agraria STPN memahami tanah tidak sekadar sebagai objek kepemilikan, tetapi memiliki beragam pemaknaan.
Hal itu disampaikan Rocky saat memberikan kuliah umum di hadapan 500 Taruna/i sekaligus calon wisudawan Politeknik Agraria STPN, Jumat (4/9/2026).
Menurut Rocky, terdapat tiga konsep utama dalam memaknai tanah, yakni sebagai warisan turun-temurun, memiliki kegunaan sosial yang diatur negara, serta sebagai komoditas bernilai ekonomi.
“Tanah dimiliki oleh tiga konsep, konsep turun-temurun, konsep kedua kegunaan sosial oleh negara, dan konsep ketiga tanah sebagai barang komoditi ada nilai ekonomisnya,” ujar Rocky.
Ia menjelaskan, perbedaan pemaknaan tersebut penting dipahami calon insan pertanahan. Sebab, konflik agraria menurutnya tidak hanya menyangkut perebutan bidang tanah, tetapi juga perbedaan mengenai makna, hak, fungsi, dan tujuan penguasaan tanah.
“Konflik agraria itu konflik pemaknaan, bukan konflik merebutkan tanah,” tuturnya.
Rocky juga mengingatkan bahwa keberadaan tanah jauh lebih panjang dibandingkan usia manusia maupun negara. Karena itu, hubungan manusia dengan tanah perlu dipahami secara lebih mendalam.
Pandangan tersebut mendapat tanggapan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid. Menurutnya, pemahaman mengenai tanah penting menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan pertanahan.
Nusron menegaskan, kebijakan pertanahan pada akhirnya harus diarahkan untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
“Land Justice and Welfare. Kebijakan tentang tanah ujung-ujungnya hanya bagaimana untuk menciptakan keadilan dan bagaimana menciptakan kesejahteraan rakyat,” kata Nusron.
Ia sekaligus menyoroti tantangan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) yang pada 2026 memasuki usia 66 tahun, terutama dalam menjawab kebutuhan keadilan dan kesejahteraan masyarakat berbasis tanah.
Beri Apresiasi
Pilih atau masukkan nominal kontribusi Anda.
Atau Masukkan Nominal Lain:
Rp
Editor:
TIM REDAKSI
TIM REDAKSI