NEWS
Lewat Permainan Tradisional, Bergema Banjarbaru Ajak Ayah Perkuat Bonding dengan Anak
BAKAWAL, Banjarbaru - Sejumlah ayah di Kota Banjarbaru bakal diajak bermain bersama anak melalui permainan tradisional Kalimantan Selatan dalam kegiatan Berbagi Bergerak Bersama (Bergema), 30 Agustus 2026 mendatang.
Bertajuk “Aku dan Bapakku”, kegiatan ini menjadi ruang bagi ayah dan anak untuk membangun interaksi positif sekaligus memperkuat ikatan emosional melalui aktivitas bermain bersama.
Permainan tradisional yang dikenalkan di antaranya Balogo, Bedamprak dan Cangkirikan. Pelaksanaannya turut menggandeng Kampoeng Ohoy Balogo Banjarbaru sebagai mitra kolaborasi.
Sekretaris Regional Ibu Profesional Kalimantan Selatan, Dewi Sri Khamidah mengatakan, keterlibatan ayah menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Bergema.
Harapannya, pengalaman belajar dan bermain yang menyenangkan dapat membuat hubungan ayah dan anak semakin kuat.
Selain itu, keterlibatan keduanya dalam permainan tradisional juga diharapkan dapat mengenalkan sekaligus turut melestarikan budaya lokal Kalimantan Selatan.
Berbeda dengan ayah dan anak yang akan menjelajahi berbagai permainan tradisional, para ibu mengikuti workshop Game Based Learning bersama fasilitator A Home Team Nasional.
Banjarbaru sendiri menjadi titik ke-19 pelaksanaan Bergema yang digagas Ibu Profesional bersama The Human Safety Net Indonesia.
Bergema tahun ini mengusung tema Distributed Family Intervention System, yakni pendekatan intervensi keluarga berbasis dukungan kolektif.
“Kita menargetkan Bergema terlaksana di 50 titik seluruh Indonesia, 100 keluarga rentan, 1.000 anak usia dini dan 100 ayah terlibat aktif,” kata Dewi.
Tak hanya menyasar penguatan hubungan dalam keluarga, Bergema Banjarbaru juga memberikan dukungan kepada anak usia dini dari keluarga rentan.
Sebanyak 10 anak terpilih akan menerima Beasiswa Bergema dan learning kit untuk mendukung akses pendidikan serta stimulasi belajar.
Penerima ditentukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, meliputi kondisi ekonomi, kesehatan, pangan dan gizi hingga pengasuhan, sehingga bantuan diharapkan tepat sasaran.
Editor:
TIM REDAKSI
TIM REDAKSI