OPINI

Membangun Banjarbaru Melalui Sinergi dan Program Prioritas Nasional

Oleh :
Putri Nadya Oktariana
Penggiat Kebijakan Publik
Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu (01/07/2026).(Foto: Kemensetneg).
Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu (01/07/2026).(Foto: Kemensetneg).

Program prioritas besutan Presiden Prabowo menunjukkan hasil positif di Banjarbaru. Program ini dinilai sebagai akselerasi Sumber Daya Manusia (SDM) hingga perkembangan perekonomian daerah



Pemerintah terus mengakselerasi pelaksanaan berbagai program prioritas nasional sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Program seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), dan Program Cetak Sawah merupakan kebijakan strategis yang dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Di Kota Banjarbaru, implementasi program-program tersebut mulai menunjukkan perkembangan yang positif. Pembangunan KDKMP dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjalan secara bertahap sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Meski masih menghadapi sejumlah kendala administratif maupun teknis, pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi, evaluasi, dan percepatan agar seluruh program dapat segera beroperasi secara optimal.

Keberhasilan program prioritas nasional sejatinya tidak hanya bergantung pada pemerintah. Dukungan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Tokoh agama, tokoh adat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, hingga generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman publik, menjaga kondusivitas, serta menyampaikan aspirasi melalui cara-cara yang dialogis dan konstruktif.

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat juga dituntut lebih bijak dalam menyaring berbagai informasi yang beredar. Informasi yang belum terverifikasi maupun narasi provokatif berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap pelaksanaan program pemerintah. Karena itu, budaya tabayun atau melakukan verifikasi informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya perlu terus diperkuat agar ruang publik tetap sehat dan kondusif.

Setiap program tentu memiliki tantangan dalam implementasinya. Apabila masih ditemukan kekurangan di lapangan, penyelesaiannya sebaiknya dilakukan melalui koordinasi, komunikasi, dan evaluasi bersama. Kritik dan masukan yang disampaikan secara objektif merupakan bagian penting dari proses perbaikan kebijakan, sehingga program yang dijalankan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat tanpa mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban.

Pada akhirnya, keberhasilan program prioritas nasional adalah keberhasilan seluruh elemen bangsa. Semangat gotong royong, kolaborasi, dan saling mendukung menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, Banjarbaru memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai kota yang maju, sejahtera, aman, dan kondusif, sekaligus menjadi contoh keberhasilan implementasi program prioritas nasional di tingkat daerah.