NEWS

PGRI Banjarbaru Bekali 100 Guru Keterampilan Menulis Cerpen dan Puisi

Foto bersama Pengurus PGRI Banjarbaru bersama 100 peserta workshop menulis cerpen dan puisi, Rabu (21/10/2026). (Foto: BAKAWAL Online).
Foto bersama Pengurus PGRI Banjarbaru bersama 100 peserta workshop menulis cerpen dan puisi, Rabu (21/10/2026). (Foto: BAKAWAL Online).
BAKAWAL, Banjarbaru - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banjarbaru membekali 100 guru dengan keterampilan menulis cerita pendek (cerpen) dan puisi. Kegiatan ini menjadi upaya mendorong budaya literasi di kalangan pendidik, sekaligus mengembangkan kreativitas guru di luar bidang ilmiah.

Peserta kegiatan tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), madrasah hingga sekolah menengah atas negeri (SMAN).

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi dari dua pemateri, yakni Aliansyah Jumbawuya dan Ali Syamsudin Arsi.

Ketua PGRI Kota Banjarbaru, Rudiansyah, mengatakan penulisan cerpen dan puisi dipilih untuk mengembangkan sisi estetika para guru. Menurutnya, selama ini profesi guru lebih identik dengan kegiatan belajar mengajar dan hal-hal ilmiah.

"Kita tidak mengambil sisi yang lugas dan ilmiah tersebut, kita ingin mengambil sisi estetika," ujarnya saat diwawancarai, Rabu (21/10/2026).

Setelah kegiatan rampung, para peserta akan mulai menulis cerpen maupun puisi. Karya yang dihasilkan kemudian akan melalui proses kurasi sebelum dihimpun menjadi sebuah buku antologi.

"Insyaallah kami akan menghasilkan produk, sebuah buku antologi puisi dan cerpen. Idealnya, di Hari Guru bukunya bisa selesai," harap Rudiansyah.

Meski demikian, penyelesaian buku tersebut masih menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Salah satu pertimbangannya ialah antrean penerbitan International Standard Book Number (ISBN) yang saat ini cukup panjang.

"Deadline untuk penulisan buku ini bisa saja mundur dari rencana awal," sebutnya.

Terpisah, Ketua Panitia Kegiatan, Ayu Herlina Rustam, menjelaskan 100 peserta tersebut merupakan anggota Pengurus Cabang (PC) PGRI yang tersebar di lima kecamatan di Banjarbaru.

Ayu menilai antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut sangat baik. Menurutnya, pelatihan ini memberikan kesempatan bagi guru untuk menambah pengetahuan dan mempelajari teknik penulisan cerpen maupun puisi.

"Kita ingin ke depan, budaya literasi dapat terus berkembang dari dalam diri para pendidik, khususnya di Banjarbaru," harapnya.

Ia berharap, kebiasaan positif berliterasi dapat terus diterapkan oleh para pendidik untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kompetensi dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pengajar.
Dukungan Pembaca
Suka dengan artikel ini?

Dukungan Anda membantu tim redaksi terus menghadirkan jurnalisme independen dan berkualitas.